INDONESIA | ENGLISH
beranda profilSTRUKTURPUBLIKASIberitahubungi kami
         
menu
MySQL Calendar System - Easily using PHP & Script.aculo.us
 

 
 








































Anda orang ke :
 
      menu
 
BERITA & AGENDA

Selama Tahun 2009, Tiga Pilar Penegak Hukum Jeblok

Polri, Kejaksaan, MA, DPR terburuk di survei LBH Masyarakat

Evaluasi Akhir Tahun LBH Masyarakat: MA, Kejaksaan dan Polri Buruk Dalam Penegakan Hukum


PUBLIKASI

HDH, No. 2, 2010

HDH, No. 1, 2010

Summer Internship 2010: Setara Tapi Tak Sama


ATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Polling myCMS
Apakah anda puas dengan penegakan hukum dan HAM di Indonesia setelah 11 tahun reformasi ?
Sangat puas
Cukup puas
Tidak puas
Tidak tahu
Pemilih :162
Lihat Hasil
 

Perkumpulan LBH Masyarakat adalah sebuah lembaga bantuan hukum yang hadir langsung di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan penyadaran dan pemberdayaan hukum kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat secara mandiri dapat melakukan advokasi, pendampingan dan pembelajaran atas segala permasalahan hukum, hak asasi manusia dan hak-hak warganegara yang mereka alami.

LBH Masyarakat percaya bahwa setiap anggota masyarakat memiliki potensi untuk memberdayakan diri dan lingkungannya sehingga tercipta sebuah gerakan bantuan hukum mandiri, yakni gerakan bantuan hukum dari dan untuk masyarakat.

Kerangka kerja LBH Masyarakat meliputi (1) Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan hukum, penyadaran hak-hak masyarakat, pemberian informasi mengenai hukum dan hak-hak masyarakat serta pelatihan-pelatihan bantuan hukum bagi masyarakat; (2) Advokasi kasus publik dan kebijakan publik; (3) Penelitian permasalahan publik.

 

Untitled Document
BERITA BARU & AGENDA   PUBLIKASI BARU

 
2009-12-27
Selama Tahun 2009, Tiga Pilar Penegak Hukum Jeblok
Tiga pilar penegak hukum yang terdiri dari Mahkamah Agung (MA), Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Polri mendapat penilaian jeblok. Demikian Evaluasi Akhir Tahun Penegakan Hukum yang disampaikan LBH Masyarakat. Menurut Direktur Program LBH Masyarakat, Ricky Gunawan, dalam jumpa pers di Kantor LBH Masyarakat, kawasan Tebet, Jakarta (Minggu, 27/12), ketiga pilar penegak hukum tersebut sangat rapuh.
Selengkapnya...


2009-12-27
Polri, Kejaksaan, MA, DPR terburuk di survei LBH Masyarakat
Tiga institusi penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, dan Makamah Agung, ditambah DPR masuk kategori institusi terburuk soal penegakan hukum di Indonesia tahun 2009 versi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat. "Metode penilaian berdasarkan, Akuntabilitas Integritas, Transparansi, Kinerja, Pengawasan Internal Reward and Punishment, dan Kepercayaan Publik," kata Direktur Program LBH Masyarakat, Ricky Gunawan, ketika jumpa pers, di Jakarta, Minggu (27/12).
Selengkapnya...


2009-12-27
Evaluasi Akhir Tahun LBH Masyarakat: MA, Kejaksaan dan Polri Buruk Dalam Penegakan Hukum
Tiga lembaga hukum seperti Mahkamah Agung, Kejaksaan dan Polri dinilai kurang berkomitmen dalam penegakan hukum dan reformasi hukum. Demikian evaluasi akhir tahun penegakan hukum oleh LBH Masyarakat. Direktur Program LBH Masyarakat, Ricky Gunawan mengatakan, dengan rapuhnya 3 pilar penegakan hukum itu mengidentifikasi runtuhnya prinsip-prinsip negara hukum, di mana ketika ketiga lembaga hukum itu dinilai rendah dalam hal integritas, akuntabilitas dan transparansi.
Selengkapnya...


2010-08-26
HDH, No. 2, 2010
Yang terhormat pembaca budiman, Agustus tahun ini menjadi bulan yang penuh makna bagi Indonesia. Tidak hanya karena di bulan ini kita merayakan kemerdekaan kita yang ke-enampuluhlima-tahun, tetapi juga bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, tentu kedatangan bulan puasa ini disambut dengan penuh wujud syukur. Selama hari-hari menjelang 17 Agustus, banyak dari kita yang kemudian merefleksikan makna kemerdekaan. Tidak sedikit dari kita yang mengkritisi arti kemerdekaan Indonesia di masa sekarang, mengingat kemiskinan masih ada, dan kekerasan terhadap minoritas masih berlangsung. Singkatnya, pemenuhan hak asasi manusia yang menjadi tanggung jawab Negara (pemerintah) masih terus diabaikan. Tetapi banyak juga dari kita yang mencoba mengisi kemerdekaan dengan optimisme, harapan bahwa hari esok akan lebih baik, dan Indonesia akan menjadi negara yang maju dan bangsa yang beradab yang menghargai perbedaan dan menghormati kemanusiaan, terlepas latar belakang warganya. HdH edisi kedua datang dengan penuh optimisme karena ternyata di luar dugaan, HdH edisi perdana disambut dengan antusiasme tinggi di kalangan komunitas populasi kunci dan insitusi yang relevan. Bahkan versi cetaknya sendiri terus dicari oleh anggota komunitas, dan hingga akhirnya kami harus mengatakan bahwa kami sudah tidak bisa mencetaknya lagi. Sekalipun versi online, tersedia di website LBH Masyarakat, tetapi kami juga menyadari bahwa tidak semua dapat mengakses internet secara mudah. Kepada teman-teman komunitas yang belum sempat membaca versi cetak HdH edisi pertama, kami menyampaikan permohonan maaf. Semoga jumlah cetakan edisi kedua ini bisa mencukupi kebutuhan teman-teman akan informasi bertemakan hak asasi manusia dan HIV. Akhir kata, selamat membaca. Semoga informasi yang kami sajikan dalam HdH dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Kritik dan saran senantiasa kami tunggu. Terima kasih, dan salam hangat Dari Meja Redaksi
Selengkapnya...


2010-07-28
HDH, No. 1, 2010
Sungguh lega akhirnya ketika LBH Masyarakat berhasil merampungkan edisi pertama publikasi bulanan kami yang baru, yang diberi nama dengan HdH atau hak asasi manusia dan hiv. Publikasi ini adalah terbitan bulanan pertama LBH Masyarakat yang dibuat dalam Bahasa Indonesia, karena terbitan reguler kami lainnya yakni CAVEAT ditulis dalam Bahasa Inggris. Jika sasaran utama pembaca CAVEAT adalah kelompok pemerhati hak asasi manusia, rule of law dan demokrasi di Indonesia juga di internasional – baik di lingkungan donor, agen pembangunan, mitra organisasi non-pemerintah internasional maupun lembaga-lembaga UN, HdH diterbitkan dengan tujuan untuk menjadi sarana informasi, komunikasi dan dialog antar komunitas yang kini tengah diberdayakan oleh LBH Masyarakat. Publikasi ini hendak menyasar pembaca utamanya di lingkungan orang yang hidup dengan HIV/AIDS, pemakai narkotika, pekerja seks dan waria/transjender. Publikasi ini juga bertujuan untuk memicu diskusi di antara anggota komunitas-komunitas tersebut. Tentu inisiatif ini tidak lepas sebagai bentuk upaya untuk melengkapi pemberdayaan hukum masyarakat yang tengah kami lakukan di empat komunitas tersebut.
Selengkapnya...


2010-05-04
Summer Internship 2010: Setara Tapi Tak Sama
SUMMER INTERNSHIP adalah kesempatan bagi kamu mahasiswa/i dari berbagai jurusan untuk mendedikasikan diri kamu untuk pengembangan masyarakat. SUMMER INTERNSHIP memanfaatkan momentum libur kuliah agar kamu bisa mengisi liburan dengan hal yang positif. Dalam SUMMER INTERNSHIP kamu akan mendapatkan pengalaman tak ternilai mulai dari terlibat aktif dalam pemberdayaan hukum masyarakat di berbagai komunitas masyarakat kurang mampu dan terpinggirkan dan kunjungan kelembagaan. Kamu bisa menambah pemahaman kamu mengenai hukum dan hak asasi manusia mulai dari sejarah dan filosofi HAM, bantuan hukum dan akses terhadap keadilan, Rule of Law dan Reformasi Hukum, pemberdayaan hukum masyarakat, hak untuk hidup, HAM dan HIV/AIDS, dan banyak lagi. Kegiatan ini terbuka untuk mahasiswa/i jurusan apapun, minimal angkatan 2008. Kirim CV dan Surat Lamaran ke contact@lbhmasyarakat.org paling lambat tanggal 21 Mei 2010 atau hubungi 021 830 54 50. Diadakan oleh Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (Community Legal Aid Institute)
Selengkapnya...



 
Untitled Document
Home | Profile | Structure | Publication | News | Contact Us
.: Copyright @ 2009 LBH MASYARAKAT :.
Powered by E.T. SOLUTION